TA (KOMPRE)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Menurut World Health Organization (WHO) Kematian ibu masih cukup tinggi, setiap hari diseluruh dunia sekitar 800 perempuan meninggal akibat komplikasi dalam kehamilan atau persalinan. Pada tahun 2013, terdapat 289.000 perempuan meninggal selama dan setelah masa kehamilan serta persalinan. Antara tahun 1990-2013, angka kematian ibu di dunia (yaitu jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup) menurun hanya 2,6% per tahun. Angka ini masih jauh dari target penurunan AKI tahunan (5,5%) yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran MDG’s ke-5 (WHO, 2014). Sedangkan Menurut WHO (2012), angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi, mayoritas dari semua kematian neonatal (75%) terjadi selama minggu pertama kehidupan, dan antara 25% sampai 45% terjadi dalam 24 jam pertama.
Berdasarkan data dari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia melonjak sangat signifikan menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup atau mengembalikan pada kondisi tahun 1997. Ini berarti kesehatan ibu justru mengalami kemunduran selama 15 tahun. Pada tahun 2007, AKI di Indonesia sebenarnya telah mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup dan sekarang kembali mengalami peningkatan. AKI Indonesia  yang mengalami peningkatan, jauh lebih buruk dari negara-negara paling miskin di Asia, seperti Timor Leste, Myanmar, Bangladesh dan Kamboja. Sehingga Indonesia kini telah berpredikat terbelakang di Asia dalam melindungi kesehatan Ibu. Sedangkan untuk Angka Kematian Neonatal (AKN) terjadi penurunan cukup tajam antara tahun 1991 sampai 2003 yaitu dari 32 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 20 per 1.000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2012 mengalami penurunan, yaitu sebesar 19 per 1.000 kelahiran hidup. Kematian neonatal menyumbang lebih dari setengahnya kematian bayi (59,4%), sedangkan jika dibandingkan dengan angka kematian balita, kematian neonatal menyumbangkan 47,5% (SDKI,2012)
Menurut Radar Banten (2013) yang mengutip data dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), AKI di Banten pada tahun 2011 masih berada di urutan 23 dari 33 provinsi dengan angka 187,3/ 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup jauh dari angka 102/ 100.000 kelahiran hidup yang ditargetkan MDGs 2015. Sedangkan Dari data SDKI (2012), Angka Kematian Neonatal (AKN) di Provinsi Banten pada tahun 2012 sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup.
Berdasarkan dari data yang di peroleh dinas Kabupaten Tangerang tahun 2013 menyebutkan bahwa jumlah kematian ibu di Kabupaten Tangerang sebanyak 39 orang (Tangerang kab, 2013). Sedangkan menurut Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FOPKIA) (2013), jumlah AKN untuk daerah Kabupaten Tangerang sebesar 271 per 1.000 kelahiran hidup. Melihat angka tersebut, masih di perlukan usaha yang lebih keras agar permasalahan kematian ibu dan bayi dapat diminimalisir di Kabupaten Tangerang atau dengan kata lain zero tolerance to maternal and neonatal death (tidak ada toleransi kematian ibu dan bayi baru lahir).
Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab langsung kematian ibu hampir 90 persen terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sementara itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan, yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada tiga risiko keterlambatan, yaitu terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk (termasuk terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat keadaan darurat dan terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh tenaga kesehatan. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernapas spontan) dan infeksi (Depkes RI, 2014).

Penyebab kematian ibu dan perinatal dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) yang memadai (Manuaba, 2008). Target Cakupan kesehatan ibu yang dicapai pada tahun 2009 masing-masing sebesar 94% untuk akses pelayanan antenatal (cakupan ibu hamil K1), 84% untuk cakupan pelayanan ibu hamil sesuai standar (K4) (Depkes RI, 2010).
Menurut Laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium Indonesia (2005), upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi yaitu dengan memberikan akses pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kebidanan dasar, pelayanan perbaikan gizi, revitalisasi pos pelayanan terpadu (posyandu), pemberantsan penyakit menular, dan revitalilasasi kewaspadaan pangan dan gizi.
Dalam upaya menekan angka kematian bayi, dianjurkan untuk melakukan kunjungan sebanyak 4 kali, yaitu baru lahir sebelum usia 6 jam, usia 6-48 jam, usia 3-7 hari dan minggu kedua pasca lahir (Depkes, 2011).
Dari uraian di atas penulis sangat tertarik untuk melakukan Asuhan Kebidanan secara Komprehensif dimulai dari trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir pada Ny N di Puskesmas Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang Timur tahun 2014

1.2              Tujuan Penulisan
1.2.1        Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan manajemen asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir
1.2.2        Tujuan Khusus         
Diharapkan mahasiswa mampu :
a.       Memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif pada Ny.S selama kehamilan trimester III.
b.      Memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif pada Ny.S selama persalinan.
c.       Memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif pada Ny.S selama masa nifas 6 minggu
d.      Memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif pada bayi baru lahir Ny.S
e.       Melakukan pendokumentasian secara komprehensif pada Ny.S
1.3              Manfaat Penulisan
1.3.1        Manfaat untuk Pasien/Klien
Dapat lebih mengetahui dan lebih paham akan status kesehatannnya dalam masa kehamilan, persalinan, nifas maupun saat perawatan bayi baru lahir
1.3.2        Manfaat untuk Institusi/Pendidikan
Sebagai bahan masukan dalam memperkaya bahan bacaan guna meningkatkan mutu calon tenaga kesehatan sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten.
1.3.3        Manfaat bagi puskesmas
Sebagai sumber informasi bagi Puskesmas khususnya Puskesmas Kronjo Kabupaten Tangerang dan hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan selalu menjaga mutu pelayanan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini